Album photo itu Ia bersihkan dari debu-debu yang menempel. Tersentak. Ya, ia tersentak saat membuka dan meilhat isi dari album itu. Peristiwa-peristiwa masa lampau itu bergulir begitu saja dalam benaknya. Peristiwa 5 tahun silam, awal dari photo-photo itu dibuat. Masa di mana Ia dan seseorang yang berada di photo itu menjalani indahnya persahabatan. Air matanya menetes, seiring ingatannya yang terus bergulir.
=Juli 2005=
Cuaca hari ini sedikit mendung. Kota Bogor yang menjadi tujuan Aisha kelihatannya akan lebih mendung dari posisinya saat ini, Jakarta.
“Sayang, hati-hati ada yang tertinggal”, Ibu Aisha mengingatkan.
“Iya Bun..Aish juga lagi ngecek ulang. Oh ya, Ayah jadi anter Aish kan Bun??”, tanya Aisha
“Jadi donk sayang..”, sela Ayahnya yang ternyata mendengar ucapan Istri dan anaknya itu. “Sudah siap Aish? “ tanya Ayahnya.
“Siap boss..”
“Yuk kita berangkat sekarang..”, kata Ayah sambil berjalan ke garasi.
“Oke Yah. Bunda, Aish berangkat yah…doain Aish ya Bun..”, ucap Aisha sambil memeluk dan mencium tangan Ibunya.
“Pasti sayang, jangan lupa usahakan pulang 1 minggu sekali ya..”, Ibunya mengingatkan sembari mencium pipi dan kening putri yang akan kuliah di Bogor itu.
“Iya Bundaku yang cantik..Adik sayang, kakak berangkat yah, doakan kakak yah sayang..”, Aisha mencium perut ibunya yang sedang mengandung itu. “Aish berangkat Bun..Assalamualaikum…”
“Waalaikumsalam..”, jawab ibunya..
Perjalanan dari Jakarta-Bogor itu memakan waktu kurang lebih 2 jam, karena kampus tempat Aisha akan kuliah itu termasuk kawasan Bogor dalam. Aisha hanya tinggal mencari asrama yang telah ditentukan akademik saja, karena Ia telah diterima melalui jalur PMDK, segala administrasi telah diselesaikan sejak 2 minggu lalu. Saat hendak bertanya kepada kakak tingkat yang bertugas mengantar adik-adik tingkat yang baru dating, Aisha melihat sesosok perempuan yang sedang kebingungan juga di lorong dekat kamar mandi. Karena merasa senasib, dan karena Ia merasa canggung jika harus bertanya sendirian kepada kakak tingkat akhirnya Aisha menghampiri perempuan itu.
“Hai..”, sapa Aisha sambil tersenyum ramah.
Perempuan itu tampak sedikit kaget. “E..eh, hai juga..”
“Mau cari kamar juga ya??” tanya Aisha
“Iya nih..kamu juga ya?? Jurusan apa??” perempuan itu bertanya balik.
“Aku jurusan Matematika, kamu?? Oh ya, nama kamu siapa? Aku Aisha dari Jakarta”
“Sama donk..!! Aku juga jurusan Matematika. Aku Meilani dari Bogor..hehehe”
“Owh..kirain orang jauh..hahaha..Kamu kamar nomor berapa??” tanya Aisha penasaran.
“Sebentar..”, Meilani melihat kertas yang sedang Ia pegang. “Kamar nomor 32, kamu??”
“Wah..sama!! Aku juga kamar 32..Yuk kita tanya bareng ke kakak yang di ujung sana. Daritadi aku mau nanya tapi agak takut klo sendiri, kakaknya kelihatan galak sih..”, ucap Aisha sedikit berbisik.
“Iya, yuk kita ke sana”, ujar Meilani.
----bersambung----
(mentok otak gw nya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan cuma di baca, komen juga ya... :)